Integrasi Pertanian–Peternakan Jadi Strategi Utama Tingkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan
Ciawi, 7 April 2026.
Dalam upaya memperkuat integrasi sektor pertanian dan peternakan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang dipimpin oleh Dr. Yudi Sastro bersama jajaran menjalin sinergi strategis dengan Balai Perakitan dan Pengujian Unggas dan Aneka Ternak.
Kolaborasi ini turut melibatkan
Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr & Kepala BRMP Unggas, Dr. Ir. Andi Saenab beserta jajaran, dengan fokus pada penguatan sektor peternakan melalui pemanfaatan limbah pertanian, khususnya limbah padi, sebagai sumber pakan ternak alternatif.
Pemanfaatan jerami padi, dedak, dan hasil samping lainnya dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pakan bernutrisi melalui teknologi tepat guna, seperti fermentasi dan formulasi ransum berbasis bahan lokal. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah limbah pertanian, tetapi juga menjadi solusi dalam menekan biaya pakan yang selama ini menjadi komponen terbesar dalam usaha peternakan.
Melalui sinergi ini, kedua institusi berkomitmen mendorong penerapan sistem pertanian terintegrasi (integrated farming) yang berkelanjutan, di mana limbah tanaman pangan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung produktivitas ternak.
Diharapkan, kolaborasi ini mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani dan peternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.